José Antonio Kast, Putra Anggota Nazi Menangkan Pilpres Chile
![]() |
| Antonio Kast akan dilantik pada Maret 2026 (Foto: Reuters) |
PENDOBRAK – José Antonio Kast, kandidat sayap kanan jauh dari Partai Republik, resmi terpilih sebagai Presiden Chile yang baru setelah meraih kemenangan telak di putaran kedua pemilu presiden pada 14 Desember 2025. Dengan perolehan suara lebih dari 58% suara, Kast mengalahkan rivalnya dari sayap kiri, Jeannette Jara dari Partai Komunis, yang hanya memeroleh suara sekitar 42%.
Kemenangan ini menandai pergeseran politik paling tajam ke kanan di Chile sejak akhir kediktatoran Augusto Pinochet pada 1990.
Jeannette Jara menerima kekalahan dan memberi selamat. "Saya baru saja berbicara dengan presiden terpilih José Antonio Kast untuk mengucapkan selamat atas keberhasilannya demi kebaikan Chile," tulis Jara di media sosial tak lama setelah mengakui kekalahan.
Sementara itu, pendukung Kast di Santiago merayakan dengan sorak-sorai, mengibarkan bendera Chile, dan bahkan memakai topi merah bertuliskan "Make Chile Great Again" – mirip slogan Donald Trump.
Kast, 59 tahun, yang mencalonkan diri untuk ketiga kalinya, berjanji akan mengembalikan "ketertiban dan keamanan" dengan kebijakan keras: membangun tembok perbatasan, mendeportasi ratusan ribu imigran ilegal, dan mengerahkan militer ke daerah rawan kejahatan.
Kemenangannya ini
melengkapi gelombang kemenangan sayap kanan di Amerika Latin, bergabung dengan
tokoh seperti Javier Milei di Argentina, Nayib Bukele di El Salvador, dan
Daniel Noboa di Ekuador.
José Antonio Kast Rist lahir pada 1966 di Santiago sebagai anak ketujuh dari keluarga imigran Jerman. Ayahnya, Michael Kast, adalah mantan anggota Partai Nazi (NSDAP) yang bergabung secara sukarela pada 1942, saat Perang Dunia II berkecamuk. Dokumen arsip Jerman yang ditemukan pada 2021 membuktikan keanggotaan ini, meskipun Kast sering menyangkalnya dengan mengklaim ayahnya hanya "dipaksa" ikut wajib militer.
Michael Kast melarikan diri ke Chile pasca-perang dan sukses membangun bisnis, sementara saudara Kast, Miguel Kast, menjadi salah satu "Chicago Boys" – ekonom neoliberal yang mendukung rezim diktator Pinochet yang naik ke tampuk kekuasaan setelah mengudeta rezim sosialis Salvador Allende.
Kast sendiri pernah aktif mendukung Pinochet, termasuk berkampanye untuk "ya" di referendum 1988 yang akhirnya mengakhiri kediktatoran. Ia memuji "efisiensi" pemerintahan Pinochet meski sedikit mengkritik pelanggaran HAM. Sebagai Katolik taat dengan sembilan anak, Kast dikenal anti-aborsi, anti-pernikahan sesama jenis, dan pro-keluarga tradisional.
Karir politiknya dimulai di partai UDI (sayap kanan
pro-Pinochet), sebelum mendirikan Partai Republik pada 2019. Setelah kalah di
pemilu 2017 dan 2021 dari Gabriel Boric, Kast kini berhasil memanfaatkan
ketidakpuasan terhadap pemerintahan Boric yang dianggap gagal menangani
kejahatan dan imigrasi.
Bayang-Bayang Masa Lalu yang Tak Hilang
Investigasi jurnalis seperti Javier Rebolledo dalam buku La Sombra de los Cuervos mengungkap bagaimana keluarga Kast "menyembunyikan" masa lalu ini. Ayah Kast, Michael diduga menggunakan jalur pelarian mantan Nazi ("ratlines") ke Amerika Selatan.
Kast pernah marah di televisi saat ditanya soal ini: "Mengapa Anda pakai kata 'Nazi'?" Ia bersikeras ayahnya adalah "teladan keluarga". Namun, kritik dari aktivis HAM menyebut keluarga Kast sebagai "pembantu diktator", mengingat ikatan erat dengan rezim Pinochet yang menerima banyak imigran eks-Nazi sebagai penasihat.
Di kampanye 2025, isu ini kurang menonjol dibanding sebelumnya, mungkin karena fokus pemilih bergeser ke isu keamanan. Meski begitu, kemenangan Kast memicu kekhawatiran: apakah Chile siap dipimpin oleh figur yang warisannya terkait dua rezim otoriter paling kelam abad ke-20? (NP)
