Pusdat

Hari Ini dalam Sejarah: Pembantaian Batang Kali 12 Desember 1948

Jakarta

 

Perburuan kepala oleh Inggris selama Darurat Malaya (Kredit: Wikipedia)

PENDOBRAK Pada 12 Desember 1948, pasukan Inggris membantai 24 penduduk sebuah kampung buruh perkebunan karet di Batang Kali, Selangor, Malaya. Pembantaian ini menjadi salah satu episode paling kelam Kerajaan Inggris dalam upaya menumpas pemberontakan komunis di wilayah koloninya.

Pada tahun 1948, Malaya—kini Malaysia—tengah dilanda konflik bersenjata antara Tentara Inggris dan pasukan kolonial Malaya melawan Tentara Pembebasan Nasional Malaya (MNLA), sayap militer Partai Komunis Malaya. Konflik ini kemudian dikenal sebagai Darurat Malaya atau Perang Pembebasan Nasional Anti-Inggris.

Sebagai respons terhadap gerakan anti-kolonial tersebut, Inggris menjalankan kebijakan “brutal counterinsurgency”. Strategi ini mencakup pengosongan kampung, penangkapan serta penahanan besar-besaran, dan razia terhadap penduduk—terutama warga keturunan Tionghoa/Cina yang dicurigai membantu gerilyawan komunis.

Kampung Batang Kali dianggap Inggris sebagai tempat persembunyian simpatisan komunis. Akibatnya, pada malam 12 Desember 1948, pasukan Scots Guards mengepung kampung. Semua pria dewasa dipisahkan dan diinterogasi, sementara rumah dan harta benda mereka dibakar.

Keesokan paginya, tragedi itu mencapai puncaknya. Tentara Inggris mengeksekusi 24 pria dengan alasan palsu bahwa mereka “mencoba melarikan diri”—padahal mereka dijaga ketat. Bertahun-tahun kemudian, sejumlah mantan tentara Inggris mengakui bahwa mereka memang diperintahkan untuk mengeksekusi, bukan menangkap atau menahan penduduk tersebut.

Mengutip Workingclasshistory.com, salah satu korban selamat, Tham Yong, yang tunangannya tewas dalam pembantaian itu, mengenang:

“Setelah penembakan, kami para korban selamat tidak memiliki pakaian, rumah, atau uang. Kami tidak memiliki apa pun dan harus bergantung pada orang lain untuk dukungan. Kami sangat terpukul karena semua orang yang terbunuh itu tidak bersalah. Mereka bahkan bukan komunis, dan mereka juga tidak pernah melihat komunis, namun mereka dibantai.”

Pembantaian Batang Kali hanyalah satu dari serangkaian pembunuhan di luar hukum yang dilakukan oleh tentara kolonial Kerajaan Inggris di Semenanjung Malaya. Korbannya bukan hanya rakyat biasa, tetapi juga pemimpin komunis dan aktivis serikat buruh. Pasukan Inggris menjalankan operasi yang pada praktiknya menjadi perburuan kepala terhadap warga sipil dan pejuang MNLA.

Meski tragedi ini mendapat sorotan selama puluhan tahun, tak satu pun pelaku—anggota Scots Guards—pernah diadili.

Surabaya